Contoh Perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan, Lengkap Dengan Catatan Pentingnya

pajak bumi & bangunan

Sudah tahu bagaimana cara menghitung pajak bumi dan bangunannamun masih saja bingung aplikasinya? Bisa dimaklumi jika memang sebelumnya Anda tidak dikenakan aspek pajak ini.

Penasaran dengan berapa PBB yang harus dihitung setiap tahunnya membuat Anda harus benar-benar bisa menghitung. Boleh saja menggunakan jasa konsultan pajak Jogja, namun sebelumnya coba simak perhitungan PBB pada kesempatan ini.

Catatan Dalam Perhitungan PBB Terutang

Memang benar tahu rumusnya saja akan kurang. Anda harus tahu apakah NJOP harus dikalikan dengan angka 20% atau justru 40% untuk menemukan NJKP nya. Lalu, berapa besarnya tarif PBB untuk dikalikan dengan NJKP, mengapa ketemu beberapa persentase sekaligus.

Ketika Anda menggunakan jasa konsultan pajak, memang langsung dihitungkan. Bahkan akan dibantu pelaporannya, semuanya akan lebih mudah dan cepat. Namun rasa penasaran akan bagaimana cara hitungnya yang benar masih saja ada.

Sebelum masuk ke contoh perhitungan PBB terutang ada beberapa hal yang harus diketahui.

Ketika besarnya NJOP tidak lebih dari Rp1 miliar, maka persentase NJKP nya adalah 20%. Sedangkan jika lebih dari Rp1 miliar maka NJKP nya 40%. Ini berlaku untuk tanah dan bangunan di pedesaan dan perkotaan. Apabila berada di pertambagan, perkebunan, dan kehutanan, persentasenya selalu 40%.

Contoh Perhitungan PBB Terutang

Seorang pemilik rumah, memiliki rumah seluas 200 meter persegi di atas lahan seluas 1.000 meter persegi dan berada di pedesaan. Bila nilai jual tanah adalah Rp900 ribu dan bangunan adalah Rp1 juta, berapa PBB terutang nya?

Pertama-tama harus dihitung dulu NJOP nya.

NJOP = NJOP bumi + NJOP bangunan

NJOP = (luas bumi x nilai jual bumi) + (luas bangunan x nilai jual bangunan)

NJOP = (1000 x Rp900.000) + (200 x Rp1.000.000)

NJOP = Rp900.000.000 + Rp200.000.000

NJOP = Rp1.100.000

Seperti yang telah dibahas, bahwasannya jika NJOP lebih dari Rp1 miliar maka NJKP nya adalah 40%.

NJKP = NJOP x 40%

NJKP = Rp1.100.000 x 40%

NJKP = Rp440.000.000

Baru kemudian dihitung PBB terutangnya.

PBB = NJKP x 0,5%

PBB = Rp440.000.000 x 0,5%

PBB = Rp2.200.000

Maka pemilik rumah ini harus membayarkan Rp2,2 juta setiap tahunnya sebagai PBB.