5 Tahap Daur Ulang Limbah Anorganik

Pernahkah kalian mendengan limbah anorganik dan daur ulang limbah anorganik? Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga menyebabkan proses pemusnahan yang sangat lama.

Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa bahan ini tidak terjadi di alam seperti plastik dan aluminium.

Beberapa zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sementara yang lain hanya dapat terurai dalam waktu yang sangat lama. Jenis sampah di tingkat rumah tangga ini antara lain botol, botol plastik, kantong plastik, dan kaleng.

Pemanfaatan Sampah Anorganik

Sampah atau sampah adalah bahan buangan sebagai hasil eksploitasi lingkungan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Menurut kelompoknya, sampah dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:

  1. Sekreta manusia, yaitu bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh manusia dan hewan, seperti keringat, feses (limbah padat), dan urin (limbah cair).
  2. Sawage, yaitu air limbah cair yang dibuang oleh industri atau rumah tangga, seperti deterjen.
  3. Refuse, yaitu bahan buangan dari proses industri atau hasil sampingan dari kegiatan rumah tangga, seperti plastik, logam, botol, kayu bangunan, sisa sayuran, beras bekas, daun tanaman atau barang buangan.
  4. Limbah industri, merupakan bahan buangan dari sisa-sisa proses industri seperti pewarna, pelarut, limbah injeksi, dan lain-lain.

Baca Juga :

5 Tahapan Daur Ulang Limbah Anorganik

5 Tahapan Daur Ulang Limbah Anorganik
Close-up of a green basket with a recycling symbol with papers held by a woman

Berikut tahapan kegiatan daur ulang yang dapat dilakukan:

  1. Kumpulkan; yaitu mencari barang-barang yang sudah dibuang seperti kertas, botol air mineral, kotak susu, kaleng dan lain-lain.
  2. Penyortiran; yaitu mengelompokkan sampah yang terkumpul berdasarkan jenisnya, seperti kaca, kertas, dan plastik.
  3. Penggunaan kembali; Setelah disortir, cari barang yang masih bisa digunakan kembali secara langsung. Bersihkan sebelum digunakan.
  4. Kirim; Kirim sampah yang telah dipilah ke tempat sampah daur ulang, atau tunggu pengumpul barang bekas keliling yang akan dengan senang hati membeli barang tersebut.
  5. Lakukan Daur Ulang Anda Sendiri; Jika Anda memiliki waktu dan keterampilan mengapa tidak melakukan proses daur ulang sendiri. Dengan kreativitas, berbagai sampah yang telah dikumpulkan dan dipilah dapat disulap menjadi barang baru yang bermanfaat.

Keuntungan Mendaur Ulang Sampah Anorganik

1. Penghematan Sumber Daya Alam

Pemenuhan bahan baku pabrik dari pemulungan limbah mengakibatkan penggunaan bahan baku yang berasal dari alam menjadi berkurang dan dapat ditekan.

Selanjutnya, bahan baku dari alam dapat digunakan untuk proses produksi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Misalnya, setiap ton daur ulang baja dapat menghemat 1,5 ton bijih besi dan 3,6 barel minyak atau menghemat 67% energi.

2. Pengurangan Polusi Lingkungan

Beberapa keuntungan dari daur ulang sampah anorganik terkait dengan pencegahan pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Mendaur ulang 1 ton kertas koran akan menyelamatkan 17 pohon dan menggunakan kertas daur ulang dapat mengurangi 74% polusi udara, 34% polusi air, dan menghemat hingga 67% energi.
  • Upaya mendaur ulang sampah anorganik seperti kaca, plastik, kertas koran, kaleng, besi, dapat mengurangi timbunan sampah kota hingga 25%.

3. Hemat Biaya Operasional Pengelolaan Sampah

Daur ulang sampah anorganik telah terbukti mengurangi biaya transportasi dan pembuangan akhir.

Di Bandung misalnya, laju daur ulang sampah anorganik di 38 TPS eksisting sekitar 37.204 kg per minggu atau 1.939.923 kg per tahun.

Biaya satuan pengangkutan dan pembuangan akhir untuk setiap ton sampah di Kota Bandung adalah sebesar Rp. 58.540,- dan Rp. 17.700,-, sehingga biaya pengelolaan sampah yang bisa dihemat bisa mencapai Rp. 147 juta per tahun.

Jika diasumsikan laju daur ulang sampah anorganik meningkat menjadi 20% dari total sampah anorganik yang masuk ke TPS, maka biaya yang dapat dihemat mencapai Rp. 379 juta per tahun.

4. Menciptakan Pekerjaan Hasil

Kajian CPIS (1988) menyebutkan bahwa seorang pemulung di Jakarta mampu mengumpulkan rata-rata 35 kg sampah per hari.

Jika daya serap pemulung terhadap total produksi sampah kota adalah 25%, maka di Jakarta saja yang menghasilkan sekitar 6.000 ton sampah per hari dapat menciptakan lapangan kerja di sektor informal bagi sekitar 40.000 pemulung.

Selain itu, kegiatan daur ulang sampah anorganik mampu menciptakan bisnis bagi pelapak, dealer dan supplier. Dengan asumsi dasar bahwa seorang pelapak membeli dari 15,5% pemulung setiap hari (CPIS, 1988), kegiatan daur ulang sampah mampu menciptakan usaha bagi sekitar 2.500 pelapak di Jakarta, dengan keuntungan bersih yang relatif besar, yaitu Rp32.445, – setiap hari.

5. Penyediaan Bahan Baku untuk Industri Daur Ulang Sampah

Hasil pemilahan sampah oleh pemulung nantinya akan dititipkan ke pabrik pengolahan bahan limbah sebagai bahan baku kelas dua.

Di Indonesia misalnya, ada dua pabrik kertas skala besar yang membutuhkan 50 ton limbah kertas per hari (PT. Gunung Jaya Agung) dan 1.000 ton/hari (PT. Sinar Dunia Makmur). Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber yang dihasilkan dari kegiatan manusia dan alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Limbah adalah bahan sisa yang tidak diinginkan setelah akhir suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat pemanfaatannya, dalam proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanyalah produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut.

Namun, karena dalam kehidupan manusia konsep lingkungan didefinisikan, sampah dapat dibagi menurut jenisnya.

Demikianlah pembahasan mengenai daur ulang limbah anorganik. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua ya. See you ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *