Kandungan Gizi Minyak Kelapa Sawit

Pada kali ini saya akan membagaikan kandungan gizi minyak kelapa sawit. Yuk simak artikelnya.

Definisi Minyak Kelapa Sawit

definisi minyak kelapa sawit

Minyak sawit adalah minyak nabati yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit, umumnya dari spesies Elaeis guineensis, dan sedikit dari spesies Elaeis oleifera dan Attalea maripa. Minyak sawit secara alami berwarna merah karena kandungan alfa dan beta-karotenoid yang tinggi.

Minyak sawit berbeda dengan minyak inti kelapa sawit (palm kernel oil) yang dihasilkan dari inti buah yang sama. Minyak kelapa sawit juga berbeda dengan minyak kelapa yang dihasilkan dari inti buah kelapa (Cocos nucifera). Perbedaan ada pada warna (minyak inti sawit tidak memiliki karotenoid sehingga tidak berwarna merah), dan kadar lemak jenuhnya.

Kandungan Gizi Minyak Kelapa Sawit

Minyak sawit mengandung 41% lemak jenuh, minyak inti sawit 81%, dan minyak kelapa 86%. Minyak sawit termasuk minyak yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Minyak sawit berwujud setengah padat pada temperatur ruangan dan memiliki beberapa jenis lemak jenuh asam laurat (0.1%), asam miristat (1%), asam stearat (5%), dan asam palmitat (44%).

Minyak sawit juga memiliki lemak tak jenuh dalam bentuk asam oleat (39%), asam linoleat (10%), dan asam alfa linoleat (0.3%). Seperti semua minyak nabati, minyak sawit tidak mengandung kolesterol meski konsumsi lemak jenuh diketahui menyebabkan peningkatan kolesterol lipoprotein densitas rendah dan lipoprotein densitas tinggi akibat metabolisme asam lemak dalam tubuh.

Minyak sawit juga GMO free, karena tidak ada kelapa sawit termodifikasi genetik (GMO) yang dibudidayakan untuk menghasilkan minyak sawit. Minyak sawit adalah bahan memasak yang umum di negara tropis di Afrika, Asia Tenggara, dan sebagian Brasil. Penggunaannya dalam industri makanan komersial di belahan negara lain didorong oleh biaya produksinya yang rendah dan kestabilan oksidatifnya ketika digunakan untuk menggoreng.

Maraknya perkebunan sawit telah mengundang kekhawatiran aktivis lingkungan karena besarnya penghancuran hutan untuk melakukan pertanian monokultur kelapa sawit. Perkebunan sawit ini telah menyebabkan hilangnya habitat orang utan di Indonesia, yang merupakan spesies yang terancam punah. Pada tahun 2004, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dibentuk untuk mengarahkan kekhawatiran tersebut. Malaysia sejak 1992 telah membatasi ekspansi perkebunan sawit di wilayahnya dengan menerapkan peraturan batas minimum lahan negara sebagai hutan.

Baca Juga : Kelapa sawit Banyak Diolah Dijadikan

Manfaat Minyak Kelapa Sawit Untuk Kesehatan

manfaat minyak kelapa sawit untuk kesehatan

1.Menambah energi

Energi memang bisa didapat dari makanan pokok. Beras, jagung, ubi-ubian, dan cadangan lemak dalam tubuh. Termasuk minyak kelapa sawit dengan kandungan lemak baiknya. Lemak baik ini yang akan berperan sebagai sumber energi cadangan untuk tubuh.

Dalam 1 sendok makan minyak kelapa sawit (13.6 g) terdapat 120 kcal energi dan 13,6 g lemak. Selain lemak baik, beta karoten dalam minyak kelapa sawit juga bisa memulihkan energi. Bahkan mampu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh manusia.

2.Menjaga kesehatan mata

Minyak kelapa sawit mampu menjaga kesehatan mata. Hal ini disebabkan karena beta karoten dalam minyak kelapa sawit. Beta karoten akan berperan sebagai antioksidan. Sehingga akan membantu mencegah masuknya radikal bebas.

Maka kerusakan sel-sel tubuh, termasuk sel yang ada di dalam mata dapat diatasi. Penyakit katarak juga bisa pulih dengan konsumsi minyak kelapa sawit ini.

3.Mengurangi risiko penyakit jantung

Minyak kelapa sawit memiliki kadar kolestrol baik (HDL) cukup tinggi. Menurut penelitian di American Journal of Health Nutrition, jumlah HDL dan LDL minyak ini masih aman. Termasuk masih aman bagi jantung dan pembuluh darah. Asal penggunaannya tidak berlebihan.

4.Mengurangi risiko penyakit kronis

Minyak kelapa sawit mampu mengurangi risiko penyakit kronis. Hal ini disebabkan karena kandungan vitamin E (tokoferol dan tokotrienol). Vitamin E ini termasuk sejenis dengan vitamin A. Sama-sama zat antioksidan yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis.

Sedangkan tokoferol berperan cegah mutasi sel yang akan menjadi sel kanker. Kandungan antioksidan dalam tokoferol cukup tinggi. Tidak heran tokoferol mampu menghambat kerusakan sel.

Menurut penelitian dari National Institutes of Health (NIH), tokotrienol mampu melindungi saraf pada otak. Jadi, sangat mampu mengurangi risiko penyakit stroke. Selain itu, tokotrienol mampu memperlancar aliran darah dalam otak. Sehingga penyakit Alzheimer dan demensia (kepikunan) bisa dihindarkan.

5.Mendukung kehamilan sehat

Kandungan vitamin A (terutama beta karoten), D, E, dan K inilah yang mampu mengatasi kekurangan vitamin pada ibu hamil. Membuat kesehatan janin bayi lebih terjaga. Hal ini disebabkan kekurangan vitamin rentan terjadi pada ibu hamil. Namun, secara alami minyak kelapa sawit mampu mempertahankan vitamin dalam tubuh dengan baik.

6. Menyehatkan kulit

Kelapa sawit biasa dijadikan sabun, sampo, dan kosmetik. Hal ini disebabkan karena kelapa sawit ampuh hilangkan minyak dan kotoran pada kulit. Selain itu, minyak kelapa sawit juga mampu melembabkan kulit. Kandungan tokofenol dan tokotrienol (vitamin E) juga dapat mencegah penuaan dini. Membuat kulit menjadi lebih mulus dan kencang.

7. Meningkatkan kekebalan tubuh

Memiliki daya tahan tubuh baik pasti kebal dari berbagai penyakit. Beruntung minyak kelapa sawit mampu tingkatkan daya tahan tubuh. Hal ini disebabkan karena kandungan vitamin A, D, dan E. Vitamin ini sangat berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

8. Mencegah penyakit otak

Otak manusia juga memerlukan perawatan dan perhatian. Salah satunya dengan pemberian nutrisi yang diperlukan. Tujuannya agar otak tidak rentan terkena penyakit berbahaya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan, dengan mengonsumsi minyak kelapa sawit.

Nah itu dia kandungan gizi minyak kelapa sawit. Ternyata banyak juga ya manfaatnya untuk kesehatan.