Pakan Ayam Petelur dari DOC Sampai Bertelur

Anda ingin beternak ayam? Anda tidak tahu pakan ayam yang cocok dengan usianya? Di artikel ini akan saya bahas pakan ayam petelur dari doc sampai bertelur.

Pakan Ayam Petelur dari DOC Sampai Bertelur

Memilih pakan ayam adalah hal penting untuk mengakomodasi kesehatan serta pertumbuhan ternak. Dengan memilih makanan yang baik maka produktivitas ayam juga bisa meningkat. Secara garis besar, terdapat 2 jenis ayam ternak yaitu pedaging dan petelur. Sang peternak tentu perlu membedakan keduanya karena memiliki kebutuhan gizi berbeda.

Para peternak pemula biasanyanya kurang mengetahui perbedaan antara kebutuhan gizi ayam petelur serta pedaging. Sehingga pemilihan makanan sendiri hanya mengikuti popularitas di pasaran saja. Padahal hal ini bisa mengurangi produktivitas dari ayam ternak Anda.

Pakan Ayam Petelur dari DOC Sampai Bertelur

Pakan Ayam Petelur dari DOC Sampai Bertelur

Umur 0–1 bulan

Disaat ayam baru menetas maka jangan diberi terlalu banyak makan. Anda lebih baik memberikan ayam banyak minum daripada makanan karena ini dapat menyebabkan ayam sakit pada pencernaannya. Pada waktu ini perhatikan juga perkembangan ayam Anda, bila tidak terlihat perkembangan maka berikan pakan pur yang dicampur menggunakan air.

Umur 1–3 bulan

Diwaktu ayam sudah mulai bisa makan pur yang lebih besar maka disarankan memberikan pur 512 atau biasa dikenal dengan pur babi pada ayam. Mengapa disebut demikian? dikarenakan pur 512 mengandung lemak yang sangat banyak, protein serta vitamin yang dapat membuat ayam jadi lebih gemuk serta berisi. Ketika badan ayam telah berisi maka ketika dewasa nanti maka ayam akan lebih produktif karena tubuhnya yang sehat.

Umur 3–6 bulan

Jika ayam telah mencpai usia 3 bulan maka Anda dapat mengangsur pertumbuhan badan ayam dengan menyelingi pakan ayam menggunakan jagung giling. Jagung yang dipercayai sangat baik untuk tulang ayam sehingga membantu Anda ayam untuk menguatkan rangkanya. Selain jagung Anda juga dapat menggunakan gabah, beras merah maupun padi. Akan tetapi dikarenakan harganya yang berbeda cukup jauh membuat kita batal untuk memberikannya pada ayam.

Umur 6 bulan sampai bertelur

Ayam petelur yang mendekati usia dewasa sudah dapat diberikan makanan yang lebih keras lagi. Terdapat beberapa jenis pakan ayam petelur yang dapat diberikan yaitu jagung, dedak,  beras merah, gabah serta konsentrat pakan ini merupakan makanan yang paling baik untuk diberikan pada ayam.

Dengan berbagai pakan tersebut maka ayam akan cepat gemuk. Namun jangan berikan secara berlebihan supaya tidak kegemukan.

Memberikan air minum juga hal yang sangat penting untuk perkembangan tubuh ayam. Air minum sebaiknya diberikan menggunakan jumlah tidak terbatas, Namun juga harus diganti tiap harinya untuk menjaga kesegaran serta kebersihan. Tambahkan suplemen vitamin bernutrisi ke dalam air minum ayam Anda.

Perlu Anda ketahui juga bahwa umur dari ayam itu juga mempengaruhi bagaimana bentuk pakan yang diberikan. Ada yang menggunakan bentuk tepung, pelet, maupun granule. Semuanya sudah pasti menyesuaikan dengan kebutuhan ayam.

Saran

Disaat seekor ayam mempunyai asupan kalsium tinggi, maka kemampuannya dalam memproduksi telur berkualitas dapat meningkat. Hal tersebut pasti perlu diperhatikan oleh para peternak supaya teliti ketika memberikan asupan makanan.

Umumnya para pemelihara dalam negeri memberikan asupan berupa kulit kerang giling yang telah dikeringkan. Bubuk dari kerang giling tersebut dicampur pada pakan lalu diberikan pada ternak.

Kandungan kalsium di kulit kerang memang sangat tinggi serta optimal untuk menguatkan cangkang telur. Jika ayam kurang asupan kalsium maka telur yang dihasilkan sangatlah mudah pecah sewaktu terkena guncangan sedikit saja.

Oleh sebab itu, Anda memang harus teliti ketika memilih pakan ayam supaya hasilnya dapat optimal. Selain memberikan campuran kulit kerang giling Anda juga perlu memperhatikan kualitas makanan yang Anda diberikan.

Seekor ayam memerlukan kira-kira 3 sampai 4 gram kalsium per harinya. Dibutuhkan juga asupan air bersih untuk mencegah dari potensi gangguan pencernaan serta penyakit menular lainnya.

Telah banyak produk jadi untuk makan ternak sehingga Anda bisa lebih mudah membelinya. Meski demikian, Anda bisa membuat pakan sendiri dari campuran katul, biji-bijian, kulit kerang, serta sayuran. Anda dapat menjadikannya dalam bentuk pelet maupun sekedar dihancurkan saja dengan penggilingan.

Umumnya para peternak ayam dalam negeri mengsiasati dengan memberikan asupan biji-bijian lebih banyak. Sehingga kadar protein dalam pakan sehari-hari mencapai persentase yang cukup tinggi.

Pemilihan waktu pemberian pakan yang diberi nutrisi lebih atau boosting ini juga perlu diperhatikan supaya tumbuhnya dapat seimbang, dan ayam tidak jadi kegemukan yang akan menyebabkan penyakit. Jadi memang perlu jeli ketika menentukan waktu pemberian pakan.

Empat minggu pertama ayam petelur harus diberikan boosting protein sebanyak 24 persen dari pakan yang diberikan. Baru sesudah lebih dari empat minggu, dapat dikurangi menjadi 18 sampai 20 persen saja. Hal tersebut supaya ayam petelur tidak terjadi kegemukan serta mudah mati sewaktu mengalami kegemukan.

Anda sebagai peternak memang dituntut perlu lebih jeli ketika memantau pakan ternak. Asupan biji-bijian contohnya jagung, kedelai, serta kacang tanah bisa dijadikan pakan utama untuk hewan ternak tersebut.

Untuk Anda ketahui ayam petelur mengonsumsi air lebih sedikit dari ayam broiler. Akan tetapi Anda tetap perlu menjaga asupan air bersih supaya bisa membantu ayam untuk mencerna makanannya.

Anda dapat mendapatkan pakan ternak pabrikan yang sudah jadi, atau bisa juga membuatnya sendiri. Jika Anda tidak ingin membuat pelet, maka Anda bisa membuat tepung protein sendiri menggunakan bahan biji-bijian. hanya tambahkan air supaya menjadi mash sehingga ayam bisa dengan mudah memakannya.

Bentuk Pakan Ayam

Jika Anda menginginkan produktivitas tinggi, maka Anda perlu tahu bagaimana membedakan bentuk pakan ayam. Tepung dipakai untuk anakan atau DOC dikarenakan teksturnya lembut membuatnya mudah dicerna.

Lalu granule atau crumble dipakai untuk ayam yang sedang menjalani masa pertumbuhan. Bentuk ini berguna untuk merangsang pencernaan dari hewan supaya bisa beradaptasi serta lebih kuat.

Pelet dipakai sewaktu ayam mempunyai umur beranjak dewasa untuk membantu kekuatan pencernaan ayam. Pelet juga dipakai karena sedikit limbah, disebabkan ayam tidak akan pilih-pilih makanan.

Dengan begitu peternak bisa lebih efisien dalam hal memberikan pakam pada ayam. Tapi perlu diteliti juga bagaimana kualitas pelet dikarenakan sekarang banyak pabrik pakan yang membuat pelet yang kurang optimal.

Kesimpulan

Memilih pakan ayam memang membutuhkan kejelian yang tinggi agar produktivitas ayam juga tinggi. Namun, terdapat hal lain yang lebih penting dalam untuk mendapatkan ayam dengan produktivitas tinggi. Hal itu merupakan pemilihan bibit ayam atau Day Old Chick (“DOC”) yang berkualitas.

Sifat genetik yang dipunyai DOC ayam sangat berpengaruh pada kualitas ayam sewaktu dewasa nanti. Selain itu, sifat genetik tidak dapay diubah walaupun Anda memberikan pakan terbaik serta lingkungan yang paling bagus untuk DOC ayam. Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih DOC ayam dari distributor dengan reputasi baik.