Syarat Seseorang Wajib Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri tiap tiap individu laki-laki dan perempuan muslim, yang berkemampuan bersama dengan kriteria yang ditetapkan.

Setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya, keluarganya, dan orang lain yang jadi tanggungannya, baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki, maupun perempuan.

Adapun, syarat yang membawa dampak individu harus membayar zakat fitrah adalah sebagai berikut:

Islam.

Islam jadi syarat kewajiban mengeluarkan zakat bersama dengan dalil hadits Ibnu Abbas di atas.

Hadits ini memberikan kewajiban zakat, sehabis mereka terima dua kalimat syahadat dan kewajiban shalat. Hal ini tentunya menunjukkan, bahwa orang yang belum terima Islam tidak berkewajiban mengeluarkan zakat

Merdeka

Tidak diwajibkan zakat pada budak sahaya (orang yang tidak merdeka) atas harta yang dimilikinya, sebab kepemilikannya tidak sempurna. Demikian termasuk budak yang sedang di dalam perjanjian pembebasan (al mukatib).

Tidak diwajibkan menunaikan zakat berasal dari hartanya, sebab berhubungan bersama dengan kebutuhan membebaskan dirinya berasal dari perbudakan. Kebutuhannya ini lebih mendesak berasal dari orang merdeka yang bangkrut (gharim), sehingga sangat pantas sekali tidak diwajibkan

Berakal Dan Baligh

Dalam perihal ini tetap diperselisihkan, yakni tentang bersama dengan problem zakat harta anak kecil dan orang gila. Yang rajih (kuat), anak kecil dan orang gila tidak diwajibkan mengeluarkan zakat.

Akan namun kepada wali yang mengelola hartanya, diwajibkan untuk mengeluarkan zakatnya, sebab kewajiban zakat berhubungan bersama dengan hartanya .

Memiliki Nishab

Makna nishab disini, ialah ukuran atau batas terendah yang udah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk jadi pedoman memilih batas kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, kalau udah hingga pada ukuran tersebu.

Orang yang miliki harta dan udah meraih nishab atau lebih.

diwajibkan mengeluarkan zakat bersama dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَيَسْئَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ اْلأَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

“Dan mereka menanyakan kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih berasal dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu sehingga kamu berfikir“. [Al Baqarah/2:219].

Makna al afwu adalah harta yang udah melebihi kebutuhan. Oleh sebab itu, Islam mengambil keputusan nishab sebagai ukuran kekayaan seseorang.